BERITA

Dua Pegiat Perempuan Unggulan dari SKB
03 Oct 2019

Ada hal yang istimewa pada acara Puncak Hari AKsara Internasional (HAI) tingkat Nasional di Makassar tanggal 7 September 2019. Tercatat ada dua kepala Satuan Pendidikan Nonformal , Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) yang menjadi pemenang Lomba Pegiat Perempuan bidang pendidikan tingkat nasional. Kedua srikandi SKB tersebut adalah Dra. Hermin Y Kalaena, MM (bu Hermin) Kepala SPNF SKB Mapande Sulawesi Tengah dan Siti Kamsiatun, M.Pd (bu Siti) Kepala SPNF SKB Banyuasin, Sumatera Selatan.] Hermin yang senang mengajar dan membelajarkan masyarakat mendapat penghargaan karena kiprahnya sebagai aktifis pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui Pendidikan Ketrampilan yang dia namakan “membangun ekonomi kreatif.

Di sela tugasnya sebagai Kepala  Satuan Pendidikan Nonformal SKB Mapande, Hermin berupaya keras untuk melakukan sinegritas dengan kelompok perempuan yg ada di kec. Sindue Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Hermin bersama tim melakukan kolaborasi kegiatan pemberdayaan perempuan pedesaan dengan program/kegiatan yang langsung berhubungan dengan peningkatan ekonomi masyarakat. “Dengan menguatkan potensi ekonomi kreatif desa, kaum perempuan tidak lagi hanya menjadi obyek pembangunan desa, tetapi dapat berperan sebagai subjek” katanya.Karena ketekunanya membimbing dan mendidik masyarakat, nama Hermin dan SKB Mapande menjadi sangat dikenal oleh masyarakat di wilayah Donggala.

Kisah serupa dituturkan oleh Siti Kamsiatun yang sejak 2016 lalu menjabat sebagai Kepala SPNF SKB Banyuasin, Sumatera Selatan. “Alhamdulillah ucapan syukur kepada Allah  SWT yang telah memberikan kesempatan dan spirit kepada saya untuk tetap bisa mengembangkan layanan   pendidikan masyarakat”, katanya. Dia bersama para pegiat perempuan lainnya menerima pengharagaan dari Kemendikbud RI pada acara Hari Aksara Internasional (HAI). Penghargaan tersebut merupakan pengakuan/apresiasi pemerintah terhadap aktivitas siti dalam  mengembangkan layanan pendidikan dan pelatihan untuk peningkatan ekonomi Kreatif bagi masyarakat Karang Agung Ilir Kec. Banyuaain II Kab. Banyuasin Prov. SUMSEL.

Siti menuturkan bahwa pada awalnya kaum perempuan di daerah tersbut terjerat perkawinan di bawah umur. Dengan adanya sosialisasi, pengetahuan dan ketrampilan pola pikir kaum perempuan lambat laun berubah menjadi lebih sadar akan pentingnya pendidikan dan ketramplilan. Dengan kesadaran tersebut telah banyak generasi penerus kaum perempuan yang mengikuti pendidikan sampai pendidikan tinggi. Selain itu juga banyak yang sudah yang bekerja sesuai dengan keahliannya. Sedangkan bagi kaum perempuan yg terlanjur menjalani perkawinan dibawah umur, tetap dapat mengembangkan kreatifitsnya melalui ketrampilan berwirausaha dengan mengoptimalkan potensi dan kearifan lokal untuk meningkatkn kesejahteraan keluarganya.

Itulah kisah sukses dua perempuan kreatif yang selalu berusaha untuk mengoptimalkan kemampuan dan upayanya untuk peningkatan wawasan, kompetensi serta perubahan prilaku masyarakat terutama bagi mereka yang masih terpinggirkan. Semoge menjadi inspirasi bagi para pelage/pegiat pendidikan dan pelatihan lainnya di tanah air. cevi.surya’0919