BERITA

Ditjen PAUD dan Dikmas ikut serta dalam kompetisi permainan tradisional pada Pekan kebudayaan Nasional 2019
10 Oct 2019

Pegawai & Pimpinan dilingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikajn Masyarakat (Ditjen PAUD dan Dikmas), ikut menyemarakkan ragam kompetisi permainan tradisional rakyat saat Pekan Kebudayaan Nasional 2019 Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan, di Parkir Selatan Senayan.Dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sekjen Kemendikbud) Didik Suhardi, acara yang dimulai sejak pagi hari tersebut terdiri dari kompetisi permainan enggrang, gobak sodor, lari balok dan bakiak yang diikuti oleh seluruh unit utama dilingkungan Kemendikbud, sedangkan untuk juri berasal dari Komunitas Olahraga Tradisional Indonsia (KOTI)
Bukan saja peserta yang tampak antusias mengikuti jalannya perlombaan, masyarakat umum yang hadir juga turut serta memberikan semangat kepada para peserta lomba dan ikut pula mencoba berbagai permainan tersebut.  Berikut ini beberapa permainan tradisional yang di ikuti oleh Pegawai & Pimpinan dilingkungan Ditjen PAUD dan Dikmas pada Pekan kebudayaan Nasional 2019 

1.Gobag Sodor 

Ini salah satu permainan tradisional yang paling seru. Para perseta dibagi menjadi dua tim. Tim penyerang dan tim jaga. Para penyerang harus kompak menyusun strategi agar bisa masuk ke area musuh. Mereka harus bisa lolos tanpa terkena sentuhan lawan.

2.Terompah Panjang

Permainan ini menjadi salah satu yang dilombakan di PKN 2019. Tim yang ikut serta terdiri dari berbagai unit utama di Kemendikbud, putra dan putri. Para peserta lomba terompah panjang saling adu cepat sampai ke garis finis dengan berjalan dalam satu barisan menggunaman terompah panjang. Di sini kerja sama tim dan kekompakan sangat diuji.

3.Sumpitan

Mirip dengan main panahan. Sumpitan dimainkan dengan menggunakan alat bambu yang didalamnya terdapat panah. Pemain harus bisa menembakkan anak panah ke busur panah dengan cara ditiup. Konsentrasi dan fokus sangat dibutuhkan.

4.Lari Balok

Permainan ini cukup melelahkan karena peserta harus berjalan jongkok dari garis star menuju finis. Tapi mereka berjalan di atas balok. Kalau jatuh, ulang dari awal.

5. Enggrang

Permainan yang dilakukan secara individu ini menuntut pesertanya fokus untuk menjaga keseimbangan. Mereka harus berjalan menggunakan tongkat bambu yang disebut engarang.

6. Gasing

Gasing (atau juga disebut Gangsing) adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali.Sebagian besar gasing dibuat dari kayu, walaupun sering dibuat dari plastik, atau bahan-bahan lain. Kayu diukir dan dibentuk hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing berbeda-beda bergantung pada panjang lengan orang yang memainkan.

Gerakan gasing berdasarkan efek giroskopik. Gasing biasanya berputar terhuyung-huyung untuk beberapa saat hingga interaksi bagian kaki (paksi) dengan permukaan tanah membuatnya tegak. Setelah gasing berputar tegak untuk sementara waktu, momentum sudut dan efek giroskopik berkurang sedikit demi sedikit hingga akhirnya bagian badan terjatuh secara kasar ke permukaan tanah